GURU SOSIOLOGI ~Go Blog~

Sociology…best choice to study ^__^

HEARTY

Your heart is my home

Warm, cozy n nice!

It’s the only place

I love to be in…..

Morning,

Noon and night!

I Love You!

*** *** ***

Dulu…21 tahun yang lalu ~eh ga juga denx~ bukan sejak 21 tahun , lebih tepatnya sejak aq bisa berfikir meskipun belum sepenuhnya mengerti bahwa sebagai manusia ~biasa~ saya  itu punya akal untuk berfikir, saya fikir saya tidak akan jatuh cinta secepat itu Jatuh cinta? Apa iya benar itu jatuh cinta? Bukankah keraguan itu masih saja menyelimuti ruang hatiku sejak “saat” itu hingga kini, apa ini yang namanya cinta, aaach nyatanya masih saja aq ragu,,,keraguan yang sama yang aq rasakan setiap kali akan membuat “cerita” ini TAMAT ^_^

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

reff:
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

****************************************

Tetap saja kamu adalah sosok yang menjadikan otakku sebagai lapangan, tempatmu berlari-lari tanpa henti, tetap saja kamu adalah nama yang pesan singkatmu memenuhi inbox HPku,meski tak jarang kau membuatku sebal, kecewa, bingung, marah, sedih, dll. Memang…kaulah yang membuatku merasakan begitu banyak perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Pernah aq berfikir bakal membencimu seumur hidupku karena luka yang kau torehkan dihatiku dan hati  seorang sahabatku waktu ini, namun tetap saja kamu adalah sosok yang kusuka suaramu, candamu, tawamu dan semua yang ada dalam dirimu, sosok  yang selalu kutanya kapan datang lagi jika lebih dari 3 hari tidak nongol, tidak memamerkan langsung  wujudmu, dan senyummu tanpa penghalang  apapun dari mataku, yang membuatku berfikir aq lebih baik mati daripada tidak melihat senyummu lagi🙂

*** ~~~ ***

Bagaikan tetesan hujan di batasnya kemarau
berikan kesejukan yg lama tak kunjung tiba
menghapus dahaga jiwaku akan cinta sejati

betapa sempurna dirimu di mata hatiku

tak pernah kurasakan damai sedamai bersamamu
tak ada yg bias yg mungkin kan mengganti tempatmu

reff:

kau membuat ku merasa hebat
karena ketulusan cintamu
ku merasa teristimewa hanya
hanya karena, karena cinta
kau beri padaku sepenuhnya
buatku selalu merasa berarti

kini ku merasa hebat
karena kau yang membuatku makin kuat
jantungku bergerak cepat
semua yg berat bisa lewat
inikah cinta yg sejati

melayang ku terbang berenang di awan
tak akan kita kan lepas dan jatuh sekarang
cinta, sang cinta, kita kan terus mencinta

~~ ** ~~ ** ~~

Dan pedihnya “cinta pertamaku” pun membuatku bersyukur bahwa kini ada kamu…

Hah menyebut “cinta pertama” membuatku merasa sangat bodoh, karena bukankah sebenarnya cinta pertama itu adalah kamu Mengungkit ini tentu membuat raut mukamu menjadi sangat jelek, aq yakin itu, sayangnya yang kulihat bukan kamu sedih atau sakit hati, tapi yang kulihat adalah bahwa kamu marah, ya, kamu sangat marah, dan itu jelas-jelas kamu tunjukkan, ekspresi yang justru membuatku sakit, karena merasa tak kau mengerti. Mungkin aq memang egois, tapi tidakkah kau sadari betapa “masa lalu”ku itu, masa semuku dengan sebuah perasaan kepada seorang kakak kelas jauh yang kukenal disebuah organisasi di sekolahku, adalah suatu hal yang tulus, suci, manis, indah, langka, dan begitu sederhana, sangat sederhana, hanya sebuah “Cinta Dalam Hati” karena…..

~mungkin ini memang jalan takdirku, mengagumi tanpa dicintai….~

Dan ternyata “angka keramat” 13 Agustus itu pun tidak juga membuat jalan takdir saya yang mengaguminya tanpa dicintai, sirna begitu saja…untungnya beberapa bulan sebelum itu “dia” telah memberikan “pukulan” pertamanya (SMSnya tentang penempatan yang dipotong-potong dan membuatku salah persepsi) sekaligus menghibur, yang membuatku mampu bertahan dan bersiap menghadapi “pukulan” selanjutnya, dan pukulan telak itu aq lupa tepatnya kapan, yang jelas perasaanku tidak perlu kuceritakan, karena adakah sakit hati, kesedihan dan derita itu bisa diberi nama? dan bukankah cinta sejati itu adalah ketika qta mencintai seseorang dan saat orang tersebut mulai mencintai orang lain kita masih bisa tersenyum sambil berkata “aq turut bahagia untukmu. Aq memang bahagia sekarang, bukan karena menyaksikan kebahagiaannya bersama istri dan calon anaknya, tapi karena “kamu”, kamu yang telah membuatku merasakan begitu banyak perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, kamu yang telah mengajarkan banyak hal kepadaku meskipun mungkin kamu tak menyadarinya, kamu yang selalu mengerti, memotivasi, menentramkan kesedihanku dan membuatku lebih tawakkal kepada-NYA.  Suaramu, candamu, tawamu, dan semua yang ada dalam diri kamu, membuatku menyesal telah pernah mengenalnya lebih dulu, telah pernah menikmati “jalan takdirku” mengaguminya tanpa dicintai, hanya kamu,dengan uluran tanganmu setiap kali kubutuh dan senyummu, yang membuatku berpikir…aq lebih baik mati daripada tidak melihat senyummu lagi🙂

*******************************************************************

Inilah aku apa adanya
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu

Ini cintaku apa adanya
Yang ingin selalu di sampingmu
Ku tahu semua tiada yg sempurna
Di bawah kolong langit ini

Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini

Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan

Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi

Cinta kita abadi selamanya

Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau selalu disini

Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata kata perpisahan

Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yg telah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya

~~ ** ~~ ** ~~ ** ~~

Ya…untuk apa kita membuang-buang waktu dengan kata-kata perpisahan….bukankah saling mencintai, mengerti dan menguatkan itu lebih mudah dinamai, dengan nama BAHAGIA, bukankah cinta sejati itu tak ada bedanya dengan hantu?banyak sekali orang yang membicarakannya, namun hanya sedikit sekali yang benar-benar menemukannya, seperti penemuanku iniJ dan bukankah masing-masing kita hanyalah malaikat yang bersayap satu dan hanya bias terbang bila saling berpelukan?

Dedicated to You ~DM~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: